Oleh: adudy | Mei 22, 2008

MITOS SEPUTAR PERNIKAHAN

Banyak pasangan yang ’maju-mundur’ sebelum menikah karena takut pada mitos-mitos tentang pernikahan. Mana yang harus dipercaya ya..

Terpenjara

Pernah dengar nasehat seperti ini ? ’Selama masih melajang, puas-puasin dulu, nanti kalau sudah menikah susah’.

Seolah dengan memasuki gerbang pernikahan, kehidupan Anda sebagai pribadi akan tamat pula. Rasanya Anda akan menikah, bukan akan masuk penjara ya ?

Memang banyak cerita tentang mimpi-mimpi para perempuan lajang yang terkubur begitu mereka menikah. Tapi tak sedikit pula kok perempuan yang lebih sukses dalam hidup setelah berkeluarga. Atau malah ada yang kehidupannya nyaris tak berubah, sama seperti ketika melajang.

Karier mentok

Pernikahan akan membatasi perkembangan karir seseorang. Peluang kerja banyak yang tertutup bila perempuan sudah menikah. Banyak yang diminta mengundurkan diri bila berkeluarga. Atau susah mendapat promosi karena waktu Anda akan banyak terserap untuk keluarga.

Ah, ini sih tergantung Anda. Bila Anda memang terbukti bisa diandalkan dan memiliki kemampuan, Anda pasti bisa kok mengatasinya.

Takut punya anak

Ada banyak alasan mengapa seseorang takut memiliki keturunan. Bisa karena prosesnya yang memang berat itu. Khawatir tidak bisa memberikan kehidupan yang layak pada sang anak atau takut tidak bisa menjadi orangtua yang baik.

Atau mungkin ketakutan yang lebih ’sepele’ seperti takut tubuh melar sebagai akibat melahirkan ? Tenang, Anda masih punya banyak waktu. Kehidupan memiliki cerita sendiri dalam setiap prosesnya. Siapa tahu, Anda justru menikmati tahapan ini dan menjalaninya dengan sukses.

Orang berubah

Ketika masih pacaran dia so sweet. Tapi bagaimana nanti kalau kami sudah menikah ya ? Begitu kekhawatiran Anda. Apalagi banyak contoh-contoh tentang itu.

Ini pada gilirannya mempengaruhi minat Anda untuk menikah. Iya kalau pilihan benar. Kalau ternyata salah bagaimana ?

Well, semuanya pasti berubah. Tak ada yang konstan, kecuali perubahan itu sendiri bukan ? Dalam perjalanan nanti Anda sendiri juga pasti akan berubah dan tentu akan ada upaya-upaya untuk menyesuaikan diri dengan perubahan itu. Tapi minimal Anda pernah mencobanya atau Anda mau penasaran selamanya ? (Chic) www2.kompas.com

Oleh: adudy | Mei 14, 2008

Melamar Bidadari

tentang-pernikahan.com – Mendekatlah, ada kabar yang ingin ku bisikkan. Aku melamar Bidadari,.wajahnya lebih jernih dari pada Cermin. Harumnya semerbak antara Langit dan Bumi. Cahayanya memenuhi Istana dan Kamarnya. Kecantikkannya sama dengan Mentari dan Rembulan

Mendekatlah, ada kabar yang ingin ku sampaikan. Maukah Engkau ku beritahu Mas kawin yang dimintanya. Mas kawinnya adalah sholat Tahajjud, Qiyamullail, Puasa dan bertaqwa kepada Allah Azza wa jalla..

Mendekatlah, ada keindahan yang ingin ku ceritakan. Lekuk tubuhnya bagai keindahan dahan pepohonan. Kelembutan kulitnya bagai kulit buah Delima. Warna kulitnya bagai Batu Permata Yagut dan Marjan. Tuturnya mempesona lagi lugu tak berdosa

Mendekatlah, ada berita gembira yang ingin ku bagi. Dia selalu menunggu ku di penghujung malam. Bagai penantian setia kekasih sejati. Tatapannya seteduh angin pagi. Bola matanya bening berkilau cahaya. Senyumnya mampu memikat seluruh lelaki

Mendekatlah, tidakkah Engkau menginginkannya ?

Bawakanlah mas kawinnya berupa Amal shaleh, Engkau pasti mendapatkannya.. dan bidadari itu telah menunggu dengan senyum yang terindah

Oleh: adudy | Mei 14, 2008

Rejeki Bukan Matematika

Karya : Abdul Rahman Jamil

tentang-pernikahan.com – Ayolah, kapan lagi mau menikah? Kamu kan sudah cukup umur, sudah bekerja pula dan secara agama hukumnya sudah menjadi wajib loh!. Ngga usah takut ngga cukup. Rejeki itu tidak seperti hitungan matematika, serahkan saja semua kepada Allah. Begitu selalu yang dikatakan teman-teman saat saya selalu mempertimbangkan masalah keuangan sebagai salah satu alasan mengapa belum menikah.

Percakapan itu terjadi beberapa tahun lalu, saat saya gamang dalam keputusan untuk menikah atau tidak. Syukurnya, saya lebih memilih untuk melangkah maju dibanding mundur teratur untuk tidak membicarakan lagi masalah pernikahan.

Dan ternyata teori rejeki bukan matematika itu ternyata benar adanya. Mana pernah saya menduga sebelumnya, bahwa dengan berkeluarga justru keadaan ekonomi saya meningkat. Dibanding saat sendiri dulu keadaannya boleh dibilang sangat bertolak belakang.
Dengan gaji yang saya terima saat bujangan dulu, tanpa menanggung biaya kontrak rumah, makan cuma satu mulut dan tak ada tetek bengek biaya rumah tangga, toh tabungan saya tak pernah lebih dari enam digit.

Malah sebaliknya, justru saat saya harus menafkahi isteri dan anak-anak ternyata saya bisa mencukupi kebutuhan minimal mereka, sesekali berwisata dan masih ada sisa untuk ditabung untuk persiapan tak terduga. Dari mana semua itu? Secara logika, seharusnya keadaan ekonomi saya morat marit, karena toh gaji yang saya terima jumlahnya tidak terlalu berbeda jauh saat bujangan dulu.

Jawabannya adalah, semua karena kebesaran Allah dan kepasrahan kepada kehendak-Nya. Allah selalu memberikan rejeki yang tidak pernah saya duga –duga sebelumnya. Ada saja tawaran kerja sampingan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Dan semua itu cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kami dan bahkan bisa ditabung pula.

Maka semakin yakinlah saya akan kebenaran janji Allah dalam Alqura-an..”. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar..(memudahkan jalannya untuk sukses)”Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (QS.65:2-3)

Oleh: adudy | April 29, 2008

Jaya Rekomendasikan Jairon

BANDUNG, (PR).-
Pelatih Jaya Hartono merekomendasikan pemain asal Brasil, Jairon Feliciano Damasio, untuk direkrut Persib menghadapi Liga Super Indonesia (LSI) 2008. Pemain yang menempati posisi striker ini, diharapkan bisa mempertajam serangan Persib.

Namun, manajemen Persib masih mencari kecocokan nilai kontrak dengan agen Jairon, Eko Subekti. “Kami masih negosiasi harga,” ujar manajer Persib, H. Jaja Soetardja ketika dihubungi Senin (28/4) petang.

Seandainya ada kecocokan nilai kontrak, Jairon belum resmi bergabung dengan Persib karena sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan Badan Liga Indonesia (BLI), pemain asing yang boleh tampil di Liga Super Indonesia (LSI) 2008 harus lolos tes fisik. Tes ini dilaksanakan oleh BLI bekerja sama dengan UNJ di Jakarta. BLI mengeluarkan standar, untuk pemain asing minimal memiliki nilai VO2 Max 58.

Wakil Manajer Persib, H. Umuh Muchtar mengatakan, dengan adanya rekomendasi untuk Jairon, rencana melihat langsung penampilan dua striker haus gol di Liga Super Malaysia, yakni Marlon Alex James dan Philimon Chipeta, dibatalkan.

“Kebutuhan lini depan sudah bisa terpenuhi. Manajemen tidak melakukan intervensi. Perekrutan pemain menjadi kewenangan penuh pelatih,” ujar Umuh di Wisma Dharma Bhakti, kemarin siang.

Sebelum mengeluarkan rekomendasi Jairon, tim pelatih berdiskusi dengan Umuh di Wisma Dharma Bhakti. Setelah muncul keputusan tersebut, Ketua Harian Persib, H. Edi Siswadi datang. Pada saat itu juga, Umuh melaporkan rekomendasi tim pelatih soal Jairon kepada Edi. Menurut Umuh, Edi Siswadi mendukung semua keputusan pelatih.

“Bahkan, Pak Edi memberikan kelonggaran, jika masih membutuhkan lagi pemain asing, jumlah kuota lima bisa dimaksimalkan. Namun sampai saat ini, kami akan menggunakan empat pemain saja dulu. Jatah satu lagi dilihat sambil berjalan,” tutur Umuh.

Jika Jairon direkrut, Persib sudah memiliki empat pemain. Tiga pemain lagi, yakni Nyeck Nyobe, Hilton Moreira, dan Lorenzo Cabanas. Namun, semua pemain asing ini tetap harus lolos tes fisik yang dilaksanakan BLI.

Setelah memiliki empat pemain asing, Persib pun tidak akan lagi menggelar seleksi pemain impor. Hal ini membuat tim pelatih bisa lebih konsentrasi mempersiapkan tim karena tidak perlu lagi mencari pemain baru.

Berkaitan dengan kebutuhan Persib saat ini adalah mencari striker haus gol, pelatih Jaya Hartono mengatakan, pemain depan yang ada saat ini masih bisa dimaksimalkan. “Naluri gol bisa diciptakan,” ungkap Jaya.

Oleh karena itu, dalam latihan nanti, pemain lini depan akan mendapat porsi khusus untuk mengasah ketajaman mencetak gol. Selain Jairon, Persib masih memiliki pemain lain di lini depan yakni Zaenal Arif, Airlangga Sucipto, Hilton Moreira, dan Siswanto. Namun, peran Hilton dan Siswanto sebagai second striker.

Jaya menjelaskan, Jairon merupakan pemain yang rajin bergerak membuka daerah pertahanan lawan. Karakater pemain seperti ini sering mengacaukan konsentrasi pemain belakang lawan. (A-65)*** www.pikiran-rakyat.com

Oleh: adudy | April 25, 2008

Momentum Unjuk Kabisa

DIPANGGILNYA empat pemain Persib ke timnas menjadi kebanggaan tersendiri bagi para bobotoh. Mereka yang terpilih masuk timnas, meski masih dalam tahap seleksi, bukanlah pemain-pemain kacangan. Hal ini sekaligus menunjukkan empat pemain Persib itu layak diapresiasi.
Setelah dua pekan terakhir digenjot fisik dan tekniknya di Jakarta, para pesepakbola terbaik se-Indonesia itu akan unjuk gigi dalam laga uji coba melawan timnas Yaman di Stadion Siliwangi, Jumat (25/4) sore ini.

Laga uji coba ini sekaligus sebagai ajang pembuktian bagi empat pemain Persib. Terlebih mereka bakal bermain di hadapan publik sendiri dan ditatap ribuan pasang mata bobotoh Persib. Kesempatan cukup langka ini menjadi momentum yang pas untuk unjuk kabisa.

Sayangnya, satu di antara empat pemain Persib itu, yakni Eka Ramdani, kemungkinan absen karena menderita cedera engkel. Toh, meski cedera, Eka sendiri mengaku siap jika diturunkan oleh pelatih Benny Dollo alias Bendol.

“Meski sedikit cedera, saya berharap bisa main. Kalau pelatih meminta main, saya siap turun,” tandas Eka, yang sangat bergairah untuk main di hadapan para bobotoh.

Gairah yang sama juga diungkapkan Nova Arianto. Defender berkepala plontos ini mengaku siap bermain lugas dalam laga uji coba ini. Nova berharap pelatih menurunkannya karena ia ingin membuktikan pada para bobotoh bahwa ia layak tampil berkostum timnas.

“Saya dalam kondisi siap tempur. Saya berharap bisa main melawan Yaman. Terlebih kita main di Bandung, di hadapan para bobotoh. Saya ingin memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” tandas Nova.

Keinginan untuk bermain bagus di hadapan para bobotoh juga diungkapkan Suwita Patha dan Hariono. Keduanya ingin membuktikan pada publik sepakbola Indonesia bahwa empat pemain Persib itu layak tampil membela timnas.

Oke deh, kami tunggu buktinya. (san)

Debut Suwita dan Hariono
TAK
bisa dimungkiri, menjadi pemain timnas merupakan cita-cita hampir semua pesepakbola di tanah air. Hal ini pula yang tertanam di benak Suwita Patha dan Hariono.

Bagi kedua pemain Persib ini, jika diturunkan pada laga uji coba melawan timnas Yaman, Jumat (25/4) sore ini, maka partai itu merupakan debut keduanya membela negara dalam pertandingan internasional.

Suwita sendiri mengaku senang dan bangga dipanggil masuk timnas. Terlebih usianya sudah tidak muda lagi. “Terus terang saya merasa senang. Masuk timnas cita-cita saya sejak lama. Bagi saya, bisa membela negara itu merupakan satu kebanggaan,” tutur Suwita.

Ketika timnas melawan klub Jerman, Borussia Dortmund, Suwita pun ikut dipanggil. Namun saat itu hanya merupakan pertandingan ekshibisi, berbeda halnya dengan partai hari ini melawan Yaman.

“Dengan Yaman itu kan pertandingan internasional, antarnegara lagi. Jadi, ini kesempatan emas bagi saya untuk membela negara,” kata Suwita.

Hal yang sama pun dirasakan Hariono. Gelandang Persib ini semula merasa kaget dipanggil timnas. Namun serakang lebih enjoy dan siap memberikan yang terbaik untuk Indonesia. (san)

Berharap Dukungan Bobotoh
BERMAIN
di depan publik sendiri, terlebih main di Bandung bagi empat pemain Persib, sungguh menyenangkan. Atmosfer pendukung sepakbola di Bandung yang menggairahkan membuat empat pemain Persib ini siap berjuang mati-matian memberikan yang terbaik untuk tim Merah-Putih.

“Main bersama Persib saja saya mati-matian, apalagi ini membela negara. Tentu saya akan main habis-habisan,” ujar Suwita.

Agar mampu menampilkan permainan terbaiknya, para pemain Persib ini berharap para bobotoh mendukung penuh timnas. “Kami berharap bobotoh memberikan dukungan sepenuh hati. Sebab, dengan dukungan dari bobotoh, saya yakin teman-teman akan lebih bergairah,” kata Suwita.

Harapan yang sama pun dilontarkan Nova Arianto. Bagi pemain belakang yang seringkali mencetak gol ini, bobotoh merupakan pemain kedua belas yang sangat berpengaruh pada permainan tim. Nova sendiri sudah merasakan setiap kali Persib bertanding.

“Dukungan dari bobotoh bisa melecut semangat kami untuk bermain lebih baik lagi,” tandas Nova.

Oke deh, selamat bertanding. (san)www.tribunjabar.co.id

Oleh: adudy | April 25, 2008

Liga Super Tidak Ingin Kehilangan Persib

BANDUNG, TRIBUN - Direktur Pertandingan Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono menilai, Stadion Siliwangi belum memenuhi syarat untuk menggelar pertandingan Liga Super. Namun Joko juga menyatakan, Persib tetap diberi kesempatan untuk melakukan berbagai pembenahan di Stadion Siliwangi.
“Kita melihat Persib sudah punya planning dan desain pengerjaan dan pembenahan stadion Siliwangi. Untuk itu kiya harus memberi kesempatan kepada Persib untuk menyelesaikannya sebelum kick off Liga Super,” ungkap Joko seusai melakukan tinjauan ke Stadion Siliwangi, Kamis (24/4).

Tentang toleransi yang diberikan kepada Persib, Joko mencatat Persib punya dana dan sumber daya untuk memenuhi berbagai syarat yang diminta BLI. “Pokoknya sebelum kick off masih ada waktu untuk memenuhi semuanya. Dan harus diakui, kita tidak ingin kehilangan klub dengan potensi besar seperti Persib. Banyak pihak yang tidak ingin Persib tidak jadi bagian dari Liga Super,” tandas Joko.

Dengan alasan tersebut, Joko mengatakan pihaknya tidak bisa menerapkan semua persyaratan Liga Super kepada klub secara membabi buta. “Misalnya kalau lapangan Stadion Siliwangi tidak layak, kita tidak memerintahkan untuk membongkarnya dan menggantinya dengan yang lebih bagus. Jelas tidakan seperti itu tidak bisa dilakukan. Namun kita akan menerapkan percepatan. Kita tetap akan menerapkan batas waktu. Kita akan terus memantau progres setiap klub, termasuk Persib,” ucap Joko yang sebelum meninjau Stadion Siliwangi, terlebih dahulu melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua Harian Persib Edi Siswadi.

Disinggung soal kesimpulannya seusai melakukan verifikasi Stadion Siliwangi, Kamis sore kemarin, Joko dengan terbuka mengakui stadion yang dijadikan home base Persib selama menjalani Liga Super ini tidak memenuhi syarat. “Paling tidak hingga saat ini kondisinya seperti itu. Karena memang Persib belum melakukan pengerjaan apapun. Sekali kita tunggu saja progres yang dilakukan Persib,” tutur Joko.
Sekretaris Eksekutif Persib Edi Djukardi yang kemarin mendampingi Joko, menyatakan Perisb siap melakukan pembenahan dan penambahan berbagai sarana di Stadion Siliwangi seperti dijanjikan kepada BLI.(daf) www.tribunjabar.co.id

Oleh: adudy | April 17, 2008

Cabanas Akhirnya Gabung Persib

BANDUNG, TRIBUN – Gelandang Lorenzo Cabanas akhirnya bergabung dengan Persib, meski mantan pemain Persiba itu belum meneken kontrak. Kepastian pemain pelontos itu gabung Persib diutarakan Wakil Manajer Persib, H Umuh Muhtar, Kamis (17/4).
Baca Lanjutannya…

Oleh: adudy | April 17, 2008

Cabanas Tetap Jadi Buruan Serius

BANDUNG, TRIBUN-Persib masih belum menunda langkah untuk memburu Lorenzo Cabanas. Pemain asal Paraguay ini masih jadi pemain buruan serius Persib yang tidak mau jadi sekedar penggembira di Liga Super mendatang. Manajer Persib H Jaja Soetardja mengatakan, pihaknya sudah mencapai perkembangan baru dengan Cabanas.
Baca Lanjutannya…

Oleh: adudy | April 11, 2008

Persib Memburu Striker Argentina

BANDUNG, TRIBUN - Persib hingga detik ini, baru memiliki dua pemain yang benar-benar murni seorang striker. Keduanya adalah Zaenal Arief dan Airlangga Sucipto. Hilton Moreira dipersiapkan di lini tengah, menempati posisi yang ditingggalkan Lorenzo Cabanas.
Dengan hanya mengandalkan Arief dan Airlangga di lini depan, Persib jelas masih sangat kekurangan bomber. Untuk alasan ini pula, seperti dikatakan Asisten Pelatih Persib Yusuf Bachtiar, Persib masih butuh satu atau dua penyerang tambahan.

“Memang kita ada Siswanto dan Waluyo yang di Piala Kang Dada lalu bermain bagus di lini depan. Tapi Siswanto dan Waluyo bukan striker murni. Untuk itulah Persib masih mencari penyerang lain,” kata Yusuf di Bandung, Kamis (10/4).

Ditemui di tempat terpisah, Wakil Manajer Persib H Umuh Muhtar mengakui manajemen tengah intensif memburu striker lagi untuk memperkokoh lini depan. Beberapa nama asing sudah dikantongi.

“Satu di antaranya adalah pemain asing asal Argentina. Kepada pemain Argentina ini kami sedang melakukan pendekatan secara intensif. Kami sudah memiliki catatan karier tentang pemain Argentina ini. Nama depannya Julio,” jelas Umuh.

“Pemain ini belum pernah main di Indonesia, jadi gres dari Argentina. Kita memang masih harus bersabar mendapatkannya. Doakan saja, agar pada waktunya Persib sudah bisa mendapatkan pemain asing baru,” tambah Umuh di Savoy Homann.

Dengan masih menunggu beberapa pemain asing baru, dalam beberapa kesempatan Yusuf mengatakan, Persib belum memiliki komposisi inti untuk Liga Super. “Pemain di tim inti hak Jaya Hartono sebagai pelatih kepala,” jelas mantan gelandang andalan Persib dan timnas ini.

Yusuf juga setuju kalau lini depan Persib masih belum tangguh, seperti dicatat banyak pihak ketika Suwita Patha cs tampil di Piala Kang Dada.

Alasannya kata Yusuf, di Piala Kang Dada lalu, Persib banyak mendorong pemain gelandang serang seperti Siswanto dan Waluyo, sebagai pemain depan.

“Kalau belum maksimal, bukan karena striker kita bertubuh kecil tapi memang di Piala Kang Dada lalu, Persib hanya mengandalkan Arief dan Airlangga. Untungnya Siswanto dan Waluyo punya kemampuan teknik dan kecepatan sehingga mudah ditempatkan sebagai penyerang,” papar Yusuf.(daf) –www.tribunjabar.co.id–

Oleh: adudy | April 9, 2008

Kawin Cai, Pernikahannya Air

Warga Desa Manis Kidul dan Babakan Mulya di lereng Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat punya cara khusus untuk menghargai air sebagai sumber kehidupan. Yakni melalui ritual tahunan kawin cai.

Inti ritual ini mengawinkan air dari 7 sumur mata air Cibulan dengan mata air Balon Dhalem Tirtayatra yang berjarak sekitar 5 kilometer. 7 sumur di mata air Cibulan dilambangkan sebagai pengantin laki-laki. Sementara mata air Balon Dhalem disimbulkan sebagai mempelai perempuan.
Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Sumbang Saran

adudy di Jadwal Kereta
amir di Pencak Silat Harus Tetap Milik…
Tinie di Kolam Pemandian Cibulan
Theo di Jadwal Kereta
adudy di Kolam Pemandian Cibulan
adudy di Kolam Pemandian Cibulan
Fabs di Kolam Pemandian Cibulan
Fabs di Pencak Silat Harus Tetap Milik…
titiw di Notebook Mungil EEE PC Yang…
adudy di Kolam Pemandian Cibulan