Oleh: adudy | April 25, 2008

Momentum Unjuk Kabisa

DIPANGGILNYA empat pemain Persib ke timnas menjadi kebanggaan tersendiri bagi para bobotoh. Mereka yang terpilih masuk timnas, meski masih dalam tahap seleksi, bukanlah pemain-pemain kacangan. Hal ini sekaligus menunjukkan empat pemain Persib itu layak diapresiasi.
Setelah dua pekan terakhir digenjot fisik dan tekniknya di Jakarta, para pesepakbola terbaik se-Indonesia itu akan unjuk gigi dalam laga uji coba melawan timnas Yaman di Stadion Siliwangi, Jumat (25/4) sore ini.

Laga uji coba ini sekaligus sebagai ajang pembuktian bagi empat pemain Persib. Terlebih mereka bakal bermain di hadapan publik sendiri dan ditatap ribuan pasang mata bobotoh Persib. Kesempatan cukup langka ini menjadi momentum yang pas untuk unjuk kabisa.

Sayangnya, satu di antara empat pemain Persib itu, yakni Eka Ramdani, kemungkinan absen karena menderita cedera engkel. Toh, meski cedera, Eka sendiri mengaku siap jika diturunkan oleh pelatih Benny Dollo alias Bendol.

“Meski sedikit cedera, saya berharap bisa main. Kalau pelatih meminta main, saya siap turun,” tandas Eka, yang sangat bergairah untuk main di hadapan para bobotoh.

Gairah yang sama juga diungkapkan Nova Arianto. Defender berkepala plontos ini mengaku siap bermain lugas dalam laga uji coba ini. Nova berharap pelatih menurunkannya karena ia ingin membuktikan pada para bobotoh bahwa ia layak tampil berkostum timnas.

“Saya dalam kondisi siap tempur. Saya berharap bisa main melawan Yaman. Terlebih kita main di Bandung, di hadapan para bobotoh. Saya ingin memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” tandas Nova.

Keinginan untuk bermain bagus di hadapan para bobotoh juga diungkapkan Suwita Patha dan Hariono. Keduanya ingin membuktikan pada publik sepakbola Indonesia bahwa empat pemain Persib itu layak tampil membela timnas.

Oke deh, kami tunggu buktinya. (san)

Debut Suwita dan Hariono
TAK
bisa dimungkiri, menjadi pemain timnas merupakan cita-cita hampir semua pesepakbola di tanah air. Hal ini pula yang tertanam di benak Suwita Patha dan Hariono.

Bagi kedua pemain Persib ini, jika diturunkan pada laga uji coba melawan timnas Yaman, Jumat (25/4) sore ini, maka partai itu merupakan debut keduanya membela negara dalam pertandingan internasional.

Suwita sendiri mengaku senang dan bangga dipanggil masuk timnas. Terlebih usianya sudah tidak muda lagi. “Terus terang saya merasa senang. Masuk timnas cita-cita saya sejak lama. Bagi saya, bisa membela negara itu merupakan satu kebanggaan,” tutur Suwita.

Ketika timnas melawan klub Jerman, Borussia Dortmund, Suwita pun ikut dipanggil. Namun saat itu hanya merupakan pertandingan ekshibisi, berbeda halnya dengan partai hari ini melawan Yaman.

“Dengan Yaman itu kan pertandingan internasional, antarnegara lagi. Jadi, ini kesempatan emas bagi saya untuk membela negara,” kata Suwita.

Hal yang sama pun dirasakan Hariono. Gelandang Persib ini semula merasa kaget dipanggil timnas. Namun serakang lebih enjoy dan siap memberikan yang terbaik untuk Indonesia. (san)

Berharap Dukungan Bobotoh
BERMAIN
di depan publik sendiri, terlebih main di Bandung bagi empat pemain Persib, sungguh menyenangkan. Atmosfer pendukung sepakbola di Bandung yang menggairahkan membuat empat pemain Persib ini siap berjuang mati-matian memberikan yang terbaik untuk tim Merah-Putih.

“Main bersama Persib saja saya mati-matian, apalagi ini membela negara. Tentu saya akan main habis-habisan,” ujar Suwita.

Agar mampu menampilkan permainan terbaiknya, para pemain Persib ini berharap para bobotoh mendukung penuh timnas. “Kami berharap bobotoh memberikan dukungan sepenuh hati. Sebab, dengan dukungan dari bobotoh, saya yakin teman-teman akan lebih bergairah,” kata Suwita.

Harapan yang sama pun dilontarkan Nova Arianto. Bagi pemain belakang yang seringkali mencetak gol ini, bobotoh merupakan pemain kedua belas yang sangat berpengaruh pada permainan tim. Nova sendiri sudah merasakan setiap kali Persib bertanding.

“Dukungan dari bobotoh bisa melecut semangat kami untuk bermain lebih baik lagi,” tandas Nova.

Oke deh, selamat bertanding. (san)www.tribunjabar.co.id


Beri tanggapan

Your response:

Kategori

Sumbang Saran

adudy di Jadwal Kereta
amir di Pencak Silat Harus Tetap Milik…
Tinie di Kolam Pemandian Cibulan
Theo di Jadwal Kereta
adudy di Kolam Pemandian Cibulan
adudy di Kolam Pemandian Cibulan
Fabs di Kolam Pemandian Cibulan
Fabs di Pencak Silat Harus Tetap Milik…
titiw di Notebook Mungil EEE PC Yang…
adudy di Kolam Pemandian Cibulan