Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) bertekad mempertahankan seni pencak silat sebagai milik dan budaya asli Indonesia di tengah ancaman klaim dari negara lain. “Jangan sampai pencak silat direbut negara lain. Pencak silat harus dipertahankan,” ujar Ketua Departemen Bidang Seni PB IPSI, Nahrowi, pada pembukaan “Penataran Nasional Pelatih dan Juri Festival Pencak Silat” di Bumi Kitri, Jalan Cikutra Bandung, Senin (17/3).
Nahrowi mengatakan, secara jurus fisik pencak silat mudah dikuasai. Namun, yang lebih sulit adalah menjadikan silat sebagai pedoman hidup. Pencak silat mengandung nilai-nilai luhur yang sangat berguna dalam kehidupan. Hal itu harus tetap dijaga kelestariannya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Jabar, Setia Hidayat, mengatakan, pihaknya berharap terus mengembangkan pencak silat yang merupakan kebanggaan Indonesia di mata internasional. Silat merupakan warisan leluhur yang harus terus dibudayakan.
Penataran ini diikuti perwakilan dari Pengprov-Pengprov IPSI Wilayah II yaitu Banten, DKI Jakarta, DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Jawa Barat.
Para pelatih dan juri akan mendapatkan beberapa materi seperti pedoman dan penyelenggaraan pencak silat, peraturan festival, koreografi, dan penataan gerak, pengetahuan dasar musik irama, dan estetika pencak silat. Penataran berlangsung 18-22 Maret 2008. (www.pikiran-rakyat.com)
Betul! Pencak silat hanya milik Indonesia!!!
Oleh: Fabs on Juni 11, 2009
at 3:41 pm
apakah salahnya jika ilmu dikongsi bersama untuk kesejahteraan ummah. Tetapi warisan budaya harus dipertahankan. Tidak bermakna jika yang lain amalkan seni budaya kita menjadi satu kesalahan. Kita harus bangga ianya seni budaya kita tetapi orang lain menganmalkan dan menyukai benda itu. pentingnya kita kuasai ilmu itu lebih dulu.
Oleh: amir on Juli 20, 2009
at 2:46 pm